Selasa, 09 April 2013

Materi Embriologi Hewan



Bismillahi Ar-Rahmani Ar-Rahimi

Bab I
Pendahuluan

Embriologi berasal dari kata embryo dan logos. Embryo yaitu pembentukan, pertumbuhan pada tingkat permulaan dan perkembangan embryo. Sedangkan logos yaitu ilmu. Jadi embriologi yaitu ilmu tentang pembentukan, pertumbuhan pada tingkat permulaan dan perkembangan embrio. Cakupan ini meluas kepada masalah persiapan untuk terjadinya pembuahan serta masalah pembiakan pada umumnya. 

Periode pertumbuhan embrio terdiri dari 5 periode diantaranya yaitu:

A.     Periode persiapan
Pada periode persiapan ini kedua indik memersiapkan diri untuk melakukan perkawinan atau pembiakan. Gamet mengalami proses pematangan sehingga kedua induk tersebut telah siap untuk melakukan perkawinan. 

B.     Periode pembuahan
Pada periode ini setelah kedua induk telah melakukan perkawianan, maka gamet akan melakukan perjalanan ke tempat pembuahan yang kemudian kedua jenis gamet tersebut melakukan pembuahan.

C.      Periode pertumbuhan awal
Setelah melakukan pembuahan antara kedua gamet tersebut, maka terbentuklah zigot yang akan menjadi individu baru.

Pertumbuhan sejak zigot mengalami pembelahan berulang kali sampai saat embrio memiliki bentuk primitif yaitu bentuk dan susunan tubuh embrio yang masih sederhana dan kasar.
Bentuk dan susunan tubuh embrio tersebut umum terdapat pada semua jenis hewan vertebrata. Periode ini terdiri dari 4 tingkatan yaitu:
1)    tingkat pembelahan
2)    tingkat blastula
3)    tingkat gastrula
4)    tingkat tubulasi

D.     Periode antara
Periode ini desebut juga sebagai periode transisi yaitu perantara antara periode awal dengan periode akhir. Pada periode ini embrio mengalami transpormasi bentuk dan susunan tubuh secara berangsur sehingga embrio mencapai bentuk definitive, yaitu embrio yang sudah seperti bentuk dewasa. Bentuk dan susunan tubuh merupakan cirri setiap spedies hewan. Bagian-bagian tubuh embrio dari bentuk primitive ke bentuk definitif mengalami diferensial terperinci dan lengkap.

E.      Periode pertumbuhan akhir
Periode pertumbuhan akhir ini merupakan pertumbuahan penyempurnaan dari bentuk definitif sampai kelahiran.






































Bab II
Gametogenesis

·                 Gametogenesis yaitu proses dihasilkannya gamet matang sehingga mampu membuahi dan dibuahi.
Gamet jantan disebut spermatozoa, sedangkan gamet betina disebut dengan ovum.  Gamet jantan dihasilkan dalam gonad jantan yang disebut testis, dan gamet betina dihasilkan dalam gonad betina yang disebut ovarium.
Gametogenesis dibagi atas 2 macam yaitu: spermatogenesis (pembentukan sperma oleh testis) dan oogenesis (pembentukan ovum oleh ovarium).
Gametogensis terdiri atas 4 tahapan yaitu: perbanyakan, pertumbuhan, pematangan dan perubahan bentuk.

A.   Spermatogenesis
Organ kelamin pria:
o  testes                                : tempat pembentukan sperma
o  vesikula seminalis             : kelenjar yang menghasilkan air mani
o  epididimi                           : organ tempat keluarnya sperma dan testes kedalam                         vas deferens
o   vas deferens                     : saluran tempat mengalirnya sperma dari epididimis ke vesikula seminalis
o   kelenjar prostat                :  kelenjar yang mengeluarkan cairan
    yang bercampur dengan sekret dari testes
o   skrotum                             : kandung buah pelir yang menyelimuti
   testes
o   penis                                  : alat/saluran untuk kencing dan  mengeluarkan sperma
1.      Produksi spermatozoa
·     spermatozoa diproduksi oleh testes
·     proses pembentukan spermatozoa: spermatogonia, spermatosit primer, spermstosit sekunder, spermatid, spermatozoa matang
·     spermatogonia merupakan struktur primitif dan mampu membelah secara mitosis. Mengandung kromosom diploid. Diberi makan oleh sel sertoli
·     spermatosit primer mengandung kromosom dilpoid. Membelah secara meiosis menghasilkan dua spermatosit sekunder
·     spermatosit sekunder mengandung kromosom halpoid. Mengalami pembelahan meiosis kedua membentuk spermatids
·     spermatid sebagian berkembang menjadi bagian kepala sperma. Spermatid diberi makan oleh sel sertoli
·     spermatid berkembang menjadi spermatozoa matang yang terdiri dari empat bagian: kepala, leher, badan, ekor. Satu spertmatogonia menghasilkan 4 spermatozoa
2.          Jalannya spermatozoa
·      tubulus seminiferus
·      epididimis
·       vas deferens
·       ductus ejaculatorius
·      Prostat
·      urethra dan ejakulasi
·      vagina
·      cervix
·      uterus
·      tuba paloppi
·      fertilisasi
·       
3.     Macam-macam sperma
Berdasakan keberadaan flagelnya:
·    sperma tak berflagelum terdapat pada beberapa jenis nematoda dan crustacea
·    sperma berflagelum yang terdiri dari 4 bagian yaitu: kepala, leher, badan dan ekor. Contoh: amphioxus, rana, ayam, babi, manusia, dsb.
·    sperma abnormal tidak berbentuk seperti biasanya sehingga dapat menyebabkan kemandulan, misalnya : berkepala dua, berekor dua, berkepala besar, berkepala kecil, ekor kusut dan lengket atau tidak berekor

Analisis sperma normal:
·         ejakulat sebanyak 2-6 ml, rat-rata 3,5 ml
·         kapadatan rata-rata 60-150 juta/ml cairan. 75% normal, 25% abnormal
·         kecepatan gerak 2-3 mm/menit
·         spermatogenesisi sempurn dicapai pada rata-rata usia 16 tahun

Berdasarkan jenis hewan:
·         pada vertebrata umumnya terdapat 2 maca kromosom kelamin yaitu x dan y.
·         sperma-x adalah sperma yang mengandung kromosom x
·         sperma y adalah sperma yang mengandung kromosom y
·         pada aves menganut sistem zw. Jantan mempunyai kromosom zz dan betina mempunyai kromosom zw. Sperma yang terbentuk hanya satu jenis yaitu sperma z

Jumlah sperma yang dihasilkan oleh berbagai jenis hewan
Species
Volume mani sekali ejakulasi (cc)
Kerapatan sperma tiap cc (juta)
Manusia
3,5
100
Babi
250
100
Kuda
70
120
Anjing
6
200
Kelinci
1
700
Sapi
5
1.000
Domba
1
3.000
Ayam
0,8
3.500
Kalkun
0,3
7.000

4.    Bagian-bagian sperma
·         bagian kepala mengandung lapisan tipis sitoplasma dan sebuah inti sel berbentuk lonjong
·         pada bagian depan dan belakang, inti sel diselaputi oleh selubung perisai
·         di bagian depan disebut tudung depan (acrosome) dan dibagian belakang disebut tudung belakang
·         kelapa tudung belakang melekat sentriol depan dan filamen poros
·         bagian leher merupakan daerah genting sperma. Didalamnya terdapat sentriol depan dan bagian depan filamen poros
·         bagian badan menganding filamen poros, mitokondria dan sentriol belakang
·         bagian ekor terdiri dari 2 daerah yaitu: bagian utama dan bagian ujung. Hampir seluruhnya disusun oleh filamen poros (flagelum)

5.    Gerakan sperma
·         ketika didalam tubulus seminiferus, sperma tidak bergerak
·         pengaktifan dimulai didalam ductus epididimis dan didalam vas deferens
·         dalam ductus epididimis, sperma disimpan berhari-hari bahkan berbulan-bulan
·         sifat gerkan sperma menentukan kemandulan seorang pria, terutama kalau gerakan sperma terlalu lambat, lamban atau arahnya tidak menentu.

6.             Ketahanan sperma diluar tubuh
sperma mudah dipengaruhi oleh suasana lingkungan yang berubah, misalnya kekurangan vitamin e, perubahan ph, ph vagina yang terlalu asam dapat mematikan sperma.
·         bagi sperma yang membuahi didalam air, sperma hanya tahan hidup 1-2 jam saja
·         sperma ikan hanya dapat bertahan hidup 10 menit
·         pada mammalia, suhu 45-50oc, dapat membunuh sperma. Suhu rendah dapat mengurangi gerakan tetapi memperpanjang umur
·         pada inseminasi buatan (mammalia dan ayam), suhu diatur pada 8-12 oc.
·         pembekuan yang perlahan dapat mematikan sperma tetapi pembekuan yang cepat (-195oc) dapat menyebabkan sperma tahan hidup sampai bertahun-tahun

7.             Medium menyimpan sperma
·         untuk inseminasi buatan, sperma harus disimpan dalam medium yang cocok:
Medium sperma:

Glukosa
20,9 g
Na2hpo2.12h2o
6,0 g
nacl
2,0 g
Kh2po4
0,1 g
Semua dilarutkan dalam 1.000 cc air.
           









B.   Oogenesis
1.                              1. Organ luar
Mons veneris                          : bantalan lemak yang terletak didepan simfisis pubis dan ditutupi rambut
Labia mayora (bibir besar)      : dua lipatan tebal disisi kiri dan kanan yang panjangnya ± 7,5 cm
Labia minora (bibir kecil)       : dua lipatan kecil dari kulit diantara bagian atas labia mayora,  mengandung jaringan erektil
Klitoris                                    : jaringan erektil kecil, serupa dengan penis pada laki-laki
Vestibula                                : lipatan labia yang tersambung dengan vagina
Himen                                     : diafragma dari membran tipis ditengahnya berlubang agar kotoran dapat keluar
3.        Organ dalam
Vagina                      : tabung berotot yang dilapisi membrane epitel yang khusus, dialirir pembuluh darah dan serabut syaraf yang banyak
Uterus (rahim)          : organ yang menahan telur atau embrio selama kehamilan
Ovarium                   : sepasang indung telur penghasil ovum
Tuba pallopi             : saluran telur tempat terjadinya pembuahan telur oleh sperma
Kelenjar mammae    : organ reproduksi pelengkap serbagai penghasil air susu

4.          Pertumbuhan ovum
·           pertumbuhan ovu dipelihara oleh sel-sel folikel dan disebut folikel telur. Pada mammalia disebut folikel graaf
·         ada 3 tahap pertumbuhan folikel graaf:
§   folikel graaf i: sel-sel folikel baru satu lapis dan gepeng
§   folikel graaf ii: sel-sel folikel terdiri dari beberapa lapis dan berbentuk kubus
§   folikel graaf iii: sel folikel terdiri dari banyak lapis dan memiliki rongga berisi cairan. Rongganya disebut antrum dan cairannya disebut liquor folliculi
Ø   oosit terdesak kepinggir diselaputi oleh sekelompok sel folikel disebut cumulus oophoruss
Ø   el-sel folikel membentuk lapisan yang disebut stratum granulosum
Ø   di luar lapisan stratum granulosum terdapat theca folliculi yang berassal dari jaringan stroma ovarium
Ø   theca folliculi terdiri dari 2 lapis: tunica interna di sebelah dalam dan tunica eksterna dibagian luar
Ø   folikel tahap iii disebut oosit i
5.      Proses pematangan sel telur
·  oosit primer terdapat didalam folikel graaf. Pada saat lahir folikel berjumlah ±200.000, hanya ±40.000 yang berkembang pada saat pubertas. Setiap satu folikel menyelesaikan proses pematangan pada setiap satu daur menstruasi. Oosit primer mengandung kromosom diploid
·  oosit sekunder merupakan hasil pembelahan meiosis pertama. Oosit sekunder mengandung kromosom haploid.
·  selain itu dihasilkan juga badan polar pertama (first polar body)
·  pembelahan meiosis kedua menghasilkan oosit sekunder. Oosit sekunder kemudian membelah lagi membentuk ovum matang
·  dari tiga kali pembelahan dihasilkan 1 telur dan 3 polar body

Deutoplasma (yolk)
Ø  merupakan cadangan makanan dari telur yang terdiri dari butiran-butiran lemak, karbohidrat dan protein
Ø  telur ovipar dan ovovivivar mengandung deutoplasma banyak, sedangkan telur vivivar mengandung sedikit deutoplasma
Ø  reptilia, aves dan monotremata bertelur besar karena deutoplasmanya banyak
Ø  eutheria mempunyai telur yang kecil dan mikroskopis,Karena yolknya sedikit

Macam telur berdasarkan kromosomnya:
Ø  pada vertebrata besistem xy. Oogonium mengandung kromososm xx
Ø  setelah selesai meiosis, setiap telur mengandung satu kromosom x
Ø  pada aves yang bersistem zw,oogonium mengandung kromosom zw.selesai meiosis terbentuk ovum z dan ovum w

Macam-macam telur
A.      Homolecithal
1.    disebut juga oligolecithal atau isolecithal
2.    deutoplasma sedikit dan tersebar diseluruh ooplasma
3.    terdapat pada amphioxus, metatheria dan eutheria

B.       Mediolecithal
1.    deutoplasma sedang beruap lapisan di daerah kv telur
2.    terdapat pada amphibian

C.      Megalecithal
1.    disebut juga telolecithal
2.    deutoplasma banyak dan mengisi hampir semua telur
3.    inti dan sitoplasma menempati puncak kutub animal
4.    terdapat pada pisces, reptilia, aves dan monotremata
5.                                                                                                                                           
D.      Centrolecithal
1.    deutoplasma relatif banyak jika dibandingkan  dengan volume telur
2.    deutoplasma terletak dibagian tengah
3.    sitoplasama berada di daerah luar
4.    contoh: telur insecta

6.  Selaput pelindung telur
·         ada 3 macam: selaput primer, sekunder, tertier
·         selaput primer dihasilkan oleh telur itu sendiri, yang disebur dengan membran vitelina
·         selaput sekunder dihasilkan oleh sel-sel folikel, terdapat di sebelah luar selaput primeer. Pada mammalia=zona pellucida. Pada cylostoma dan insecta = chorion. Pada amphibia, reptilia, dan aves = zona radiate
·         selaput tertier terbentuk setelah pembuahan. Dihasilkan oleh kelenjar saluran kelamin betina. Pada pisces dan amphibia berupa selaput lendir, putih telur dan cangkang pada reptilia, aves dan monotremata

7.  Ketahanan hidup telur
·         ketahan hidup telur setelah ovulasi berbeda-beda tergantung pada sifat telur, selaput pelindungnya serta suasana lingkungan
·         telur ovivar berselaput tebal karena banyak bahaya
·         telur yang dieramkan dalam air cukup berupa lendir
·         telur yang dieramkan didarat disamping lendir juga disertai dengan cangkang yang kukuh
·         telur vivivar aman dalam uterus induk, karena itu tidak perlu selaput pelindung yang tebal
·         reptilia dan aves, pembuahan harus terjadi beberapa menit setelah ovulasi
·         pada banyak teleostei sekitar 15 menit. Lewat waktu tersebut telur tidak dapat dibuahi

Spesies
Lama daya tahan telur (jam)
Kelinci
8
Mencit dan tikus
12
Marmot
20
Sapi
8-20
Domba
24
Kera
23
Manusia
24


8.  Daur pembiakan estrus
·      pada vertebrata, betina mengalami daur pembiakan yang berlangsung sekali sampai beberapa kali dalam setahun
·         pada mammalia, daur lebih sering terjadi
·         pada primata dan manusia beralangsung sekali sebulan
·         daur pembiakan disesuaikan dengan suasana lingkungan (iklim, musim, musuh, gejala astronomi)
·         pada mammalia daur pembiakan dipengaruhi oleh rasa ingin membiak (berahi) yang datang secara berkala yang disebut estrus
·         daur pembiakan serentak dengan daur estrus
·         daur estrus adalah suatu peristiwa antara dua kejadian estrus
·         pada daur pembiakan/daur estrus terjadi perubahan berkala pada bagian alat kelamin diantaranya: daur ovarium, uiterus, vagina dan daur mammae

Spesies
Lama satu daur (hari)
Mencit dan tikus
5
Marmot
15
Sapi, kucing dan anjing
21
Manusia dan kera
28
Simpanse
35

9.  Daur ovarium
·         dibagi atas folikel dan fase lutein
·         fase folikel ialah ketika folikel graaf tumbiuh yang diatur oleh hormon fsh dan lh
·         fase lutein diatur oleh progesteron yang dikeluarkan oleh corpus luteum
·         ovulasi terjadi diatara fase-fase tersebut
·         fase folikel terdiri dari: proestrus, estrus, diestrus
·         proestrus=periode pertumbuhan folikel dan dihasilkannya estrogen
·         estrus merupakan klimaks fase folikel. Betina siap menerima jantan. Terjadi ovulasi, betina menjadi berahi
·         kalau terjadi coitus dan pembuahan, estrus diiringi masa kehamilan, jika tidak terjadi masa haid
·         dimasa hamil atau haid berlangsung fase lutein. Corpus luteum menghasilkan progesterone
·         pada kebanykan mammalia, jika tidak ada kehamilan, ovarium dan alat kelamin tambahan mengalami perubahan berangsur kambali pada suasana istirahat yang disebut diestrus
·         beberapa daur estrus memiliki masa metestrus atau anestrus, yaitu masa perpanjangan masa diestrus
·         masa istirahat ini berlangsung selama 1-2 hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Tikus 1-2 hari, manusia 10-15 hari, anjing 40-50 hari
·         ada pula diestrus penyusun pada masa betina menyusukan bayinya
·         hewan yang dijinakkan bisa mempunyai daur estrus sekali setahun (monoestrus) berubah menjadi beberapa kali setahun (polyestrus). Anjing 1-3 kali setahun, kucing bisa lebih dari itu

10.  Daur uterus
·         selama pertumbuhan folikel dan ovarium, endometrium mengalami pertumbuhan untuk implintasi embrio
·         jika telur tidak dibuahi, endometrium akan susut kembali dan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk menstruasi atau haid
·         haid berlangsung 4-5 hari. Jika telah selesai folikel graaf telah tumbuh kembali

11.  Siklus menstruasi
·         yaitu suatu daur pada ovarium yang menghasilkan perubahan tidak hanya pada uterus, juga pada tubuh wanita secara keseluruhan
·         dengan tujuan untuk melepaskan ovum sebagai persiapan fertilisasi, untuk mempersiapkan uterus dan mempersiapkan seluruh tubuh wanita untuk menerima dan mengembangkan hasil fertilisasi
12. Fase siklus menstruasi
A. Fase regenerasi
Terjadi pada beberapa hari poertama siklus. Hipofisis anterior melepaskan hormon fshyang menyebabkan pematangan folikel graaf. Kadar hormon estrogen dan
Progesteron naik, sehingga memacu pertumbuhan endometrium baru. Folikel yang matang akan muncul dipermukaan ovarium

B. Fase ovulasi
Dengan naiknya kadar estrogen, hipofisis anterior melepaskan lh sehingga kadar fsh dan lh pada pertengahan siklus manjadi naik. Folikel graaf kemudian pecah dan terjadilah ovulasi. Akibat terjadinya ovulasi kadar hormon esrogen turun

C. Fase sekretoris
Folikel graaf yangtelah pecah dikenal sebagai corpus luteum. Corpus luteum menghasilkan progesteon dalam jumlah yang makin meningkat. Hal ini merangsang uterus untuk memeprsiapkan dri menerima ovum yang telah dibuahio. Endometrium menjadi lebih tebal dan lebih berongga

            D.    Fase menstruasi
Apabila ovum tidak mengalami fertilisasi, maka ovum akan meti dalam waktu 12-24 jam. Hipofisis akan secara perlahan megurangi sekresi hormon lh setelah 14-15 hari. Persiapan kehamilan berhenti dan endometrium dilepaskan bersama darah menstruasi. Karena lh ditarik, maka hipofisis anterior mulai lagi mengeluarkan hormon fsh sehingga fase baru dimulai lagi



`

13. Aktivitas hormonal selama menstruasi
·         fsh berfungsi mematangkan folikel graaf
·         lh berfungis untuk memelihara corpus luteum
·         prolaktin berfungsi memulai persiapan awal payudara untuk laktasi
·         estrogen penting untuk perkembangan sifat-sifat wanita dan memulihkan endometrium
·         progesteron memacu persiapan fisiologis yang diperlukan untuk kehamilan
·         relaksin mematangkan folikel dan memungkinkan pecahnya folikel

v hari ke-1
Mulainya pendarahan menstruasi. Kadar estrogen rendah. Terjadilah perangsangan untuk pengeluaran fsh
v hari ke-5
Pengelupasan endometrium telah sempurna, kadar estrogen meningkat, mulai proliferasi endometrium
v hari ke-8
Fsh mulai turun, kadar estrogen meningkat, tejadi retensi cairan di endometrium. Lh mempengaruhi tahap akhir folikel graaf
v hari ke-14
Terjadi ovulasi pada hari ke-14 dari siklus 28 hari. Kelenjar cervix mensekresi lebih banyak mucus sehingga Lebih encer
v hari ke 14-24
Estrogen menurun kadarnya., corpus luteum menghasilkan progesteron. Pada endometrium terjadi penumpukan air dan natrium, suplai darah meningkat. Jaringan payudara berkembang akibat adanya pengaruh hormon prolaktin
v hari ke-25-26
Corpus luteum mulai menglami degenerasi, karena lh ditarik dari tubuh. Kadar estrogen dan progesteron turun dan persiapan uterus untuk menerima ovum berhenti
v hari ke-28
Mulai pelepasan endometrium, fsh mulai dilepaskan lagi sebagai persiapan untuk siklus berikutnya. Siklus ini akan berlangsung terus selama 35tahun dengan kurang lebih mematangkan ovum sebanyak 400 buah

14.      Daur vagina
·        dijumpai pada beberapa mammalia seperti rodentia dan primata. Ini terlihat jika vagina diusap atau disayat
·        ciri daur estrus pada usapan vagina:
v proestrus         : terdapat sel epitel biasa
v estrus               : terdapat banyak sel epitel menanduk
v diestrus           : terdapat sel epitel biasa dan lekosit
v metestrus         : terdapat banyak sel epitel menanduk, Lekosit dan sel biasa

15.      Daur mammae
·     adanya daur ovarium, uterus dan vagian, terjadi pula perubahan pada mammae
·     pada manusia tidak kentara perubahannya, tetapi pada berbagai jenis mammalia lain mammae terlihat membesar menjelang menstruasi
·     perubahan akan terlihat jika terjadi kehamilan
·     pertumbuhan mammae dipengaruhi oleh hormon estrogen, progesteron dan laktogen
·     selama kehamilan pengeluaran air susu dicegah oleh estrogen yang dihasilkan ovarium dan plasenta, setelah melahirkan, estrogen menurun sehingga air susu keluar
16.      Hormon-hormon reproduksi
·         gonadotropin releasing hormone (gnrh) adalah hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus yang mengontrol pengeluaramn fsh dan lh oleh hipofisis
·         fsh (fillicle stimulating hormone) adalah hormon yangdikeluarkan hipofisis sebagai perangsang pertumbuhan folikel
·         lh (luteinzing hormone): hormon yang berfungsi untuk pematangan folikel, ovulasi dan pembentukan corpus luteum
·         estrogen: hormon yang dikeluarkan oleh ovarium dari mulai anak-anak sampai sesuadah menopause. Juga berperan dalam pengembanagn sifat kelamin sekunder
·         progesteron: hormon yang disekresikan oleh corpus luteum yang menyebabkan rahim siap menerima telur yang telah dibuahi

Bab III
Fertilisasi
Pembuahan yaitu masuknya spermatozoa kedalam ovum. Perjalanan gamet ke tempat pembuahan sperma terbagi menjadi 3 yaitu: dalam tubuh jantan, diluar tubuh jantan dan dalam tubuh betina.

A.  Macam fertilisasi
1.     Fertilisasi dalam tubuh jantan
a.             sperma keluar dari tubulus seminiferus dan masuk kedalam vas defferens. Didalam vas defferens, sperma bergerak pelan, bisa berhari-hari
b.            dari vas defferens, sperma masuk ke ductus epididimis. Perjalanan berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Sperma mengalami pematangan fisiologis dan siap untuk dikeluarkan sewaktu-waktu
c.             dari ductus epididimis, sperma masuk ke vas defferens. Sperma bergerak karena kerutan otot yang disebabkan oleh rangsangan sex yang sangat kuat
d.            vas defferenas pada beberapa jenis hewan berfungsi sebagai penyimpan mani. Pada pisces dapat disimpan selama 5-6 bulan
e.             pada vas defferens bermuara vesicula seminalis yang memberikan plasma pada sperma
f.             vas defefrens yang telah menerima cairan (plasma) dari vesicula seminalis disebut dengan ductus ejaculatorius
g.            dengan rangsangan yang kuat, sperma dikeluarkan melalui urethra

Variasi pada hewan:
a.     pada banyak hewan vas defferens dipakai sebagai tempat menyimpan mani (reptilia, aves, amphibia).
b.    vesicula seminalis pada mammalia merupakan kelenjar yang menghasilkan cairan (plasma)
c.     pada hewan yang saluran gonadnya pendek (pisces, amphibia), tubulus seminiferus berfungsi sebagai gudang mani

2.     Fertilisasi diluar tubuh jantan
a.             pada avertebrata, pisces dan amphibia mani dikeluarkan didekat telur yang dikeluarkan betina secara serentak (spawning)
b.            sperma bergerak dalam medium air, lalu membuahi sel telur
c.             pada reptilia, aves dan mammalia, tidak ada perjalanan sperma diluar tubuh jantan. Karena pembuahan terjadi didalam tubuh betina 

3.     Fertilisasi dalam tubuh betina
a.             sperma diantarkan ke tubuh betina lewat alat pengantar yang dimasukkan atau kontak langsung dengan kelamin betina
b.            pada ikan gabus dan hiu sirip dubur berubah bentuk untuk menyalurkan sperma
c.             pada urodela, reptilia aves, cloaca berfungsi sebagai penyalur
d.            pada reptilia beberapa aves dan seluruh mammalia memiliki alat khusus yang disebut penis
e.             pada itik, kasuari, burung unta, cloaca menjulur panjang coitus

B.  Tempat pembuahan
1.     Di posterior oviduct               : urodela, anura
2.     Di anterior oviduct                 : reptilia, aves, mammalia
3.     Pada rongga perut                  : sedikit aves
4.     Di folikel ovarium                  : teleostei
5.     Didalam kantung telur jantan: tangkur kuya dan tangkur buaya
6.     Di air                                      : invertebrata, pisces, dan amphibia

C.  Perjalanan sperma dalam tubuh betina
1.      Jika pembuahan terjadi di anterior oviduct, perjalanan sperma pendek. Sperma bergerak aktif untuk mencapai ovum
2.      Jika pembuahan terjadi di posterior oviduct, sperma bergerak oleh:
a.       gerakan berenang sperma sendiri
b.       kerutan anti peristaltis saluran kelamin betina

D.  Kecepatan sperma dalam tubuh betina
1.      Rata-rata beberapa puluh menit
2.      Pada tikus, mencit dan domba, sekitar 15 menit
3.      Manusia, 30 menit sampai 3 jam
4.      Kelinci dan ayam sekitar 1 jam
5.      Bagi yang membuahi di ovarium, perjalanan sperma hanya singkat saja


E.   Ketahanan sperma dalam tubuh betina
1.      Elasmobaranchii (semacam ikan) bisa bertahan beberapa bulan
2.      Pada ikan lebiostes dan gabus : i tahun
3.      Urodela dapat berbulan-bulan
4.      Ayam                                    : 2-3 minggu
5.      Mammalia                 : 1-3 hari
6.      Kelinci                      : 10-14 jam
7.      Marmot                     : 40 jam

F.   Perjalanan ovum
1.      Setelah ovulasi,telur jatuh ke peritonium dan ditampung oleh infundibulum
2.      Pada mammalia, ketika ovulasi berlangsung, infundubulum bergerak dan mengelilingi ovarium
3.      Ovum kemudian bergerak ke oviduct oleh kayuhan cilia dinding oviduct dan gerakan dinding otot oviduct
4.      Jika pembuahan terjadi diluar tubuh, telur terpencar keluar oleh kerutan dinding uterus
5.  Ketahanan ovum untuk dibuahi hanya sekitar 24 jam, jika tidak dibuahi telur akan berdegenerasi

G.  Keadaan gamet sekitar waktu pembuahan
1.         ovum
Berada dalam tahap oosit. Meiosis ii terjadi setelah Pembuahan. Ovum tidak mempunyai kegiatan apa-apa
2.         sperma
Sperma amat giat. Sudah selesai menempuh meiosis i dan ii, perubahan bentuk dan pematangan fisiologis

H.  Kegiatan gamet untuk membuahi
1.      ovum
Mengeluarkan gynogamon yang terdiri dari:
Fertilizin yang bekerja untuk: mengaktifkan sprma untuk bergerak, menarik sperma (kemotaksis positif), menggumpalkan sperma
Zat penelur: merangsang jantan agar mengeluarkan spermanya bagi hewan yang membuahi di air
2.      sperma
Mengeluarkan androgamon:
Hyaluronidase: enzim yang berfungsi melepaskan sel-sel folikel corona radiata
Antifertilizin: berekasi dengan fertilizin sehingga sperma mendekat ke ovum, selain itu mencegah sperma
Lain masuk kedalam ovum
Zat penelur: merangsang betina agar mengeluarkan telur-telurnya (pada pembuahan diluar tubuh)

I. Bahan lain untuk sperma
1.      Cairan mani, mengandung medium bagi sperma dan juga sebagai cadangan makanan (fruktosa, vit c, vit b kompleks Dan mineral)
2.      Ekor, menggerakkan sperma untuk sampai ke ovum
3.      Supaya terjadi pembuahan, hyalurodinase harus cukup banyak. Makin banyak sperma, semakin banyak hyalurodinase makin fertil seseorang

J. Masuknya sperma kedalam ovum
1.    Gynogamon dan androgamon berekasi. Sperma menumpuk dan melekat di selaput ovum
2.    Seekor sperma menerobos masuk
3.    Membran telur lepas dari ovum dan membentuk membran pembuahan
4.    Membran pembuahan dan bersama cairan perivitellina mencegah sperma lain masuk
5.    Cairan perivitellina berfungsi untuk: pelindung, pemberi makan telur, memudahkan telur untuk berputar mengatur arah
6.    Bahan makanan yang masuk kedalam cairan perivitellina berasal dari yolk
7.    Setelah terjadi pembuahan terjadi peningkatan pemakaian oksigen, bertambah kentalnya sitoplasma zigot, meningkatnya permeabilitas
8.      Setelah sperma masuk, telur akan berputar 180o, inti sperma kemudian berdekatan dengan inti ovum
9.      Kedua inti bergabung (syngamy) dudahului dengan penggandengan kromosom homolog
10.  Meiosis ii dilakukan oleh telur, polosit berdegenerasi
11.  Zigot kemudian membelah secara terus menerus
12.  Akibat masuknya sperma, meninggalkan jejak berupa kekurangan pigmen. Ditempat tersebut berwarna terang (kalbu). Daerah tersebut disebut sabit kelabu (gray crescent)
13.  Bidang yang membelah gray crescent (kiri-kanan) akan menjadi bidang median embrio
14.  Tempat masuk sperma didaerah samping kutub animal

K. Monospermy dan polyspermy
Monospermy : ketika pembuahan. Hanya satu sperma yang masuk kedalam telur. Terdapat pada hampir semua vertebrata
Polyspermy : banyak sperma yang masuk kedalam telur. Misalnya pada: reptilia, aves, monotremata, urodela dan beberapa insekta
            Pada beberapa polyspermy hanya satu sperma yang berfungsi, sisanya berdegenerasi

L.   Akibat pembuahan
1.      Telur giat untuk tumbuh
2.      Jenis kelamin bakal embrio dapat ditentukan
3.      Mengembalikan susunan diploid dari species




Bab iv
Pembelahan

1.         pembelahan yang dimaksud adalah pembelahan zigot menjadi blastomere
2.         pembelahan bisa seluruh bagian dan sebagian kecil zigot
3.         pembelahan pada umumnya terjadi secara mitosis
4.         sewaktu-waktu disertai pembelahan inti

Bidang pembelahan
1.      bidang meridian: pembelahan melewati poros kutub animal dan vegetal
2.      bidang vertikal: pembalahan lewat secara tegak dari kutub animal ke kutub vegetal
3.      bidang ekuator: pembalahan tegak lurus terhadap poros kutub animal dan kutub vegetal dan pertengahan antara dua kutub
4.      bidang latitudinal: pembalahan sejajar dengan bidang ekuator

Ekuator
Latitudinal
Meridian
Vertikal

Sifat pembelahan
1.        Daerah deutoplasma yang padat (lapisan yolk) sukar dilewati pembelahan. Pembelahan hanya berlangsung di daerah
2.        Germinal disc pada telur megalecithal
3.        Bidang ekuator serat gelendong tiap pembelahan selalu terdapat di pertengahan dan tegak lurus pada poros
4.        Setelah pembelahan, kedua sel anak yang terjadi sama besar

Macam-macam pembelahan
1.        Holoblastik
Yaitu pembelahan mengenai seluruh daerah zigot terdapat pada telur homolecithal dan mediolecithal
Ada 2 jenis pembelahan holoblastik:
a.       holoblastik teratur: pembelahan berlangsung secara teratur dilihat dari bidang pembelahan dan waktu tahap-tahap pembelahan. Contoh: pada asterias, anura.
·         pembelahan ke-1 lewat bidang meridian
·         kembelahan ke-2 lewat bidang meridian tegaklurus bidang pembelahan 1 menjadi 4 sel
·         pembelahan ke-3 lewat bidang latitudinal sedikit diatas bidang ekuator. Terbentuk 8 sel: 4 sel micromere dan 4 macromere
·         pembelahan ke-4 lewat bidang meridian yang serentak. Terbentuk 16 sel: 8 sel micromere dan 8 sel macromere
·         pembelahan ke-5 lewat bidang latitudinal, atas dan bawah bidang ekuator secara serentak. Terbentuk balstomereyang terdiri dari 32 sel
·         pembelahan ke-6 lewat bidang meridian, serentak untuk semua sel sehingga terbentuk 64 sel
·         pembelahan ke-7 dan ke-8 sukar diikuti. Terdapat gumpalan-gumpalan sel yang membesar sekitar 70 sel. Berbentuk seperti buah pir yang disebut morula
·         morula pada katak tidak jelas adanya balstomere karena  banyak sel dan secara berangsur terbentuk rongga dibagian tengah embrio yang makin besar. Rongga ini berisi cairan
b.      Holoblastik tak teratur: bidang dan waktu tahap-tahap pembelahan tak sama dan tak serentak pada berbagai daerah zigot. Contoh pada mammalia
·         terdapat pada eutheria seperti kelinci, babi, kera, manusia
·         pembelahan ke-1, lewat bidang latitudinal, sedikit diatas bidang ekuator. Zigot berubah menjadi 2 sel
·         pembelahan ke-2, lewat bidang meridian tapi hanya berlangsung pada macromere kutub vegetal hingga terbentuk 3 sel. Terbentuk tingkat 4 sel
·         pembelahan ke-3, berlasnging pada salah satu macromere terbentuk tingkat 5 sel
·         pembelahan ke-4, berlangsung di sel tetangga, terbentu tingkat 6 sel.
·         pembelahan ke-5, berlangsung di micromere sehingga terbentuk tingkat 7 sel
·         pembelahan ke-6, berlangsung di sel tetangga di micromere sehingga terbentuk tingkat 8 sel
·         pembelahan selanjutnya terbentu blastomere sekitar 60-70 sel, sehingga terbentuk gumpalan masif yang disebut morula

2.     Meroblastik
Yaitu pembelahan yang hanya pada sebagian zigot, yakni di daerah germinal. Terdapat pada telur megalecithal
a.       misalnya terjadi pada telur ayam
b.      pembelahan ke-1 lewat bidang meridian: terjadi ketika telur mencapai bagain distal tuba, 5 jam setelah pembuahan
c.       pembelahan 2 lewat bidang meridian tegak lurus pada bidang pembelahan 1
d.      pembelahan 3 lewat bidang vertikal, melintang bidang meridian pembelahan 1
e.       pembelahan 4 lewat bidang vertikal melintang bidang pembelahan meridian pembelahan 2
Terbentuklah tumpukan sel di daerah germinal disc yang terdiri dari sekitar 8 sel ditengah, 12 sel dipinggir. Sampai pada tingkat morula yakni ketika daerah germinal disc yang mengalami pembelahan belum membentuk cfelah dengan yolk didalamnya
Pembelahan lewat bidang latitudinal/horizontal terjadi bagi sel-sel tengah, pembentukan dari tingkat 16 sel, 32 sel, 60 sel dan 100 sel. Embrio mengandung:
1)      sel-sel tengah, akan mengalami pembelahan secara mitosis sampai 64 sel, 3 lapis
2)      celah horizontal/rongga, pemeblahan persis dibawah sel tengah
3)      sel-sel pinggir terletak dipinggir germinal disc
4)      syncytium, menghubungkan daerah sel-sel pinggiran dengan yolk dibawah

3.     Peralihan
Yaitu pembelahan perantara holoblastik dan meroblastik: pembelahan yang tidak seluruhnya mencapai ujung daerah kutub vegetal. Terdapat pada telur megalecithal yang lapisan yolknya tebal, misalnya pada ganoid dan dipnoid









































Bab V
Blastulasi


Yaitu embrio yang memiliki rongga, dimana rongganya disebut dengan blastocoel dan proses pembentukan blastula disebut dengan blastulasi
1. Macam blastula
Berdasarkan bentuk dan susunan blastomerenya blastula terdiri dari 3 macam yaitu:
a.        Coeloblastula
            Coeloblastula berasal dari telur homolecithal mediolecithal. Yang homolecithal mengalami pembelahan secara holoblastik teratur
b.      Discoblastula
·         discoblastula berasal dari telur homolecithal yang mengalami pembelahan tidak teratur dari telur megalecithal yang membelah secara meroblastik
·         pada pisces, reptilia, aves dan monotremata blastula disebut blastodisc
·         blasromere terdiri dari 2 yaitu: jaringan embrio yang kemudian tumbuh menjadi embrio, jaringan periblast yang menyalurkan makanan dari yolk
·         khusus pada aves blastula dilihat dari atas terdiri dari 2 area yaitu: area pellucida dan area opaca
·         blastula memiliki daerah utama yakni:
o   epiblast, bagi blastomere yang terletak sebelah atas atau daerah ka
o  hypoblast, bagi blastomere yang terletak sebelah bawah atau daerah kv

c.       Stereoblastula
Adalah blastula yang tidak mempunyai rongga di tengah sehingga tidak mengalami proses gastrulasi. Bentuknya bola seperti coeloblastula tapi masif.

Daerah bakal tempat pembentukan alat
Dikenal 5 daerah bakal pembentukan alat:
1)      bakal ectoderm epidermis
2)      bakal ectoderm syaraf
3)      bakal notochord
4)      bakal mesoderm
5)      bakal endoderm

2.         Totipotent
a.        blastula memiliki kemampuan totipotensi yaitu menumbuhkan segala maca bakal pembenatuk alat
b.       selain itu pada akhir atau pada awal gastrula terbentuk sel-sel yang bersifat determinant yaitu hanya mampu tumbuh menjadi sejenis jaringan tertentu



3.     Kembar
Terdapat dua jenis kembar yaitu: kembar fraternal dan kembar identik
a.       Kembar fraternal
·         yaitu dua atau lebih embrio tumbuh dari ovum dan dibuahi oleh sperma yang berbeda
·         disebut dizygote apabila embrio yang terjadi dua, disebut polyzygote apabila embrio yang terjadi lebih dari dua
·         anak kembar yang dihasilkan memiliki banyak perbedaan dalam karakter termasul jenis kelamin
b.      Kembar identik
·         yaitu dua atau lebih embrio tumbuh dari satu zigot
·         disebut juga kembar monozygote
·         anak yang dihasilkan memiliki persamaan karakter termasuk jenis kelamin dan susunan genetis
O   babi                 : berasal




























Bab VI
Gastrula


Ø  yaitu embrio yang terjadi pertumbuhan mengiringi tingkat blastula. Pada gastrulasi selain terjadi pembelahan dan perbanyakan sel juga terjadi berbagai macam gerakan sel untuk mengatur dan menderetkan sesuai dengan susunan tubuh individu dari species yang bersangkutan
Ø  terdapat 2 kelompok gerakan yaitu:
1.      Epiboli, gerakan melingkup, terjadi disebelah luar embrio, berlangsung pada bakal ektoderm epidermis syaraf
2.      Emboli, gerakan menyusup, terjadi disebelah dalam embrio. Berlangsung pada bakal mesoderm, notocord, pre-cord dan endoderm. Terbagi atas 7 macam gerakan:
a.       involusi= membelok ke dalam
b.      konvergensi= menyepit
c.       invaginasi= mencekuk dan melipat
d.      evaginasi= menjulur
e.       delaminasi= memisahkan diri
f.       divergensi= memencar
g.      extensi= meluas

Contoh gastrulasi pada amphioxus
1.            epiboli berlangsung pada seluruh bakal ektoderm, sepenjang anterior-posterior tubuh
2.            terjadi invaginasi hypoblast dibagian median daerah yang berbatasan dengan sabit dorsal, kearah blastocoel sampai bertemu dengan epiblast
3.            sel-sel bertambah banyak sehingga hypoblast memanjang menurut poros embrio
4.            involusi terjadi pada bakal notocord dari sabit dorsal, sesuai dengan gerakan hypoblast ke arah anterior
5.            extensi berlangsung pada seluruh daerah bakal pembentuk alat sehingga keseluruhan embrio memanjang dan membesar
6.            konvergensi berlangsung pada daerah bakal mesoderm kearah dorso-median blasthopore












Bab VII
tubulasi
Pembentukan tubulasi
1.      tubulasi disebut juga dengan pembubungan.
2.      tubulasi terjadi mulai dari daerah kepala embrio sampai ekor kecuali mesoderm, hanya berlangsung di daerah truncus embrio saat tubulasi berlangsung embrio juga tumbuh membesar dan bertambah panjang dan menghasilkan bentuk tubuh batang sebagai ciri chordate
3.      ketika tubulasi berlangsung di ectoderm saraf terjadi juga diferensiasi awal pada daerah bumbung-bumbung itu bagian depan tumbuh menjadi encephalon, bagian belakang menjadi medulla spinalis.
4.      pada bumbung endoderm terjadi diferensiasi awal saluran itu atas bagian depan, tengah dan belakang. Pada bumbung mesoderm terjadi diferensiasi awal untuk menumbuhkan otot rangka bagian dermis kulit, dan jaringan pengikat lain, otot visceral dan rangka dan alat urogenital.
5.      terdapat 3 kegiatan utama yang berlangsung selama proses tubulasi yaitu : invaginasi, evaginasi, dan delaminasi
Bumbung-bumbung yang terbentuk.
A. Bumbung neural
1.      berasal dari ectoderm saraf berupa neural plate atau keping neural dan terletak didaerah dorso medial ectoderm tubulasi berlangsung 2 cara yaitu invaginasi dan penebalan yang diiringi dengan delaminasi.
2.      pertumbuhan dimulai dengan menekuknya neural plate diiringi dengan pelipatan ecktoderm epidermis di kedua pinggir lekukan di dorso-medial lekukan tersebut bertemu, diikuti dengan ke-2 pola lipatan eckto epidermis di bagian dorsalnya. Terbentuklah bumbung yang utuh. Bertemunya bumbung neural dengan bumbung endoderm bagian ekor disebut saluran neurenteron
3.      ketika terjadi pembumbungan terjadi pula delaminasi sel-sel pada lekukan yang berbatasan dengan ecktoderm epidermis dan membentu yang disebut neural crest yang nantinya berkembang menjadi: sel pigmen dan sel-sel ganglion.
B. Bumbung epidermis.
1.      terjadi di tubulasi epidermis, berlangsung pada seluruh ectoderm yang menyeliputi embrio kecuali ectoderm syaraf.tubulasi bersamaan dengan proses tubulasi syaraf, penonjolan kepala serta pemanjangn badan.
2.      didaerah anterior tubuh terjadi invaginasi yang disebut stomodeum yang akan bertemu dengan bumbung endoderm membentuk mulut.bagian posterior terjadi invaginasi disebut proctodeum dan akan tumbuh menjadi dubur.


C.   Bumbung endoderm.
Metenteron ( bumbung endoderm) berkembang menjadi 3 daerah saluran pencernaan primitive yaitu :
·        forgut, terjadi bersamaan dengan pembentukan daerah kepala embrio pada awal tubulasi sehingga daerah kepala terdapat bumbung epidermis, bumbung neural dan bumbung metenteron dan sel-sel mesoderm.terdapat 2 difertikulum yaitu dorsal ( berhubungan dengan anterior bumbung neural dan membentuk otak ) dan ventral ( berhungan dengan bumbung ectoderm dan bertemu dengan stomodeum.
·        midgut, berasal dari bagian archenteron di akhir gastrulasi. Di ventral berisi sel-sel beryolk di dorso ventral berbatasan dengan batang notochord.pinggiran dorso endoderm tumbuh dan saling bertemu dari lateral terbentuklah atap bumbung endoderm yang lengkap.
·        hindgut, tumbuh bersamaan dengan penonjolan daerah ekor 2 difertikulum yaitu dorsal ( tail gut) dan ventral ( proctodeum)
D.   Bumbung mesoderm
1.      pada tubulasi mesoderm terjadi 2 proses serentak yaitu pemotong-motongan dan tubulasi sendiri.lapisan mesoderm terdapat di kedua sisi bumbung neural , notochord dan bumbung endoderm setiap bagian mesoderm terdiri dari :
a.       epimere, sebelah dorsal mesoderm, terdapat rongga yang disebut myocoel
b.      mesomer, sebelah tengah, terdapat rongga yang disebut nephrocoel.
c.       hypomer sebelah latrolateral, terdapat rongga yang disebut sphlanchnocoel.
2.      epimere dan mesomer mengalami pemotongan, pemotongan epimer disebut dengan somit.
3.      epimere terdiri dari 3 bagian : dermatome (luar), myotome (pinggir dalam), sclerotome (dalam).
4.      myocoel dalam epimer akan menyusut, mesomer menumbuhkan system urogenital. Bumbung nephrocoel membina lumen dan saluran-salurannya ke luar tubuh.
5.      hypomer dapat di bagi 2 lapis : somatic mesoderm dan splanchnis mesoderm. Gabungan antara somatic mesoderm dengan epidermis disebut somatopleure dan gabungan antara sphlanchnic mesoderm dengan endoderm disebut sphlanchnopleura












Vii
Organogenesis

1.    disebut juga morphogenesis, yaitu embrio bentuk primitif tumbuh menjadi bentuk definitif dan memiliki bentuk dan rupa yang spesifik bagi keluarga hewan dalam satu species
2.    merupakan gabungan antara periode antara dan periode akhir
3.    pada periode pertumbuhan antara embrio akan memiliki bentuk yang khusus bagi suatu species, mislanya bentuk katak, ayam, babi, atau bentuk manusia
4.    pada periode pertumbuhan akhir embrio mengalami penyelesaian pertumbuhan jenis kelamin, watak, serta roman/wajah yang khusus bagi setiap individu
5.    periode antara yang secara jelas memiliki batas perbedaan dengan periode pertumbuhan akhir yakni pada evertebtara, pisces dan amphibian
6.    periode antara yang tidak jelas memiliki batas perbedaan dengan periode pertumbuhan akhir yakni pada reptilia, aves dan mammalia. Embrio ayam (5-8 hari), embrio babi (12-18 mm), embrio manusia (12-20 ) semuanya dianggap tingkat berudu

Transformasi dan differensiasi
1.      Ekstensi dan pertumbuhan bumbung-bumbung yang terbentuk pada tubulasi
2.      Evaginasi dan invaginasi daerah tertentu setiap bumbung
3.      Pertumbuhan yang tak merata pada berbagai daerah bumbung
4.      Perpindahan sel-sel dari satu bumbung ke bumbung lain atau ke rongga antara bumbung-bumbung
5.      Petumbuhan alat yang terdiri dari berbagai macam jaringan, yang berasal dari berbagai bumbung
6.      Pengorganisasian alat-alat menjadi sistem: pencernaan, peredaran darah, urogenital, dll
7.      Penyelesaian bentuk luar embrio secara terperinci, halus dan individual

Dalam organogenesis terdapat 2 hal yang perlu diperhatikan:
1.      Semua embrio mengalami embriogenesis dengan menempuh tahaptahap embriogenesis. Yang dimilki leluhur secara evolusi.
2.      Ada beberapa bagian tubuh embrio yang pada suatu ketika berkembang lalu susut dan hilang, atau berubah letak dan peranan dibandingkan dengan asal-usul, sebaliknya ada suatu bagian yang pada asal-usul sust dan tidak berperan tapi jadi berkembang

Organogenesis pada bumbung-bumbung
A.      Bumbung epidermis, menumbuhkan:
1.      lapisan epidermis kulit, dengan derivatnya yang bertekstur tanduk: sisik, bulu, kuku, tanduk, cula dan taji
2.      kelenjar-kelenjar kulit: kelenjar minyak bulu, kelenjar, peluh, kelenjar ludah, kelenjar lendir, kelenjar air mata
3.      lensa mata, alat telinga dalam, indra bau dan indra peraba
4.      stomodeum menumbuhkan mulut, dengan derivatnya seperti lapisan email gigi, kelenjar ludah, dan indra pengecap
5.      proctodeum, menumbuhkan dubur bersama kelenjarnya yang  menghasilkan bau tajam

B.       Bumbung endoderm (metenteron), menumbuhkan:
1.      lapisan epitel seluruh saluran pencernaan sejak pharinx sampai rectum
2.      kelenjar- kelenjar pencernaan: hepar, pancreas, serta kelenjar lendir yang mengandung enzim dalam oesophagus, gaster dan intestinum
3.      lapisan epitel paru atau insang
4.      cloaka yang jadi muara ketiga saluran: pembuangan (ureter), makanan (rectum, kelamin (ductud genitalis)
5.      lapisan epitel vagina, urethra, vesica urinaria dan kelenjar-kelenjarnya

C.      Bumbung neural (syaraf), menumbuhkan:
1.      otak dan sumsum punggung
2.      saraf tepi otak dan punggung
3.      bagian persyarafan indra
4.      chromathopore kulit dan alat-alat tubuh yang berpigmen

D.    Bumbung mesoderm, menumbuhkan:
1.    jaringanpengikat dan penunjang
2.    otot: lurik, polos dan jantung
3.    mesenchyme yang dapat berdifferensiasi menjadi berbagai macam sel dan jaringan
4.    gonad, saluran serta kelenjar-kelenjarnya
5.    ginjal dan ureter
6.    lapisan otot dan jaringan pengikat berbagai saluran dalam tubuh
7.    lapisan rongga tubuh dan selaput-selaput berbagai alat: pleura, pericardium, peritoneum dan mesenterium

Pada awal organogenesis terjadi differensiasi berikut pada bumbung mesoderm:

1.     Epimere
Terdiri dari bumbung yang terdiri dari 2 bagian yaitu:
a.       dermatome, sebelah luar
b.      myotome, sebelah dalam

Dermatome menghasilkan mesenchyme yang akan berpindah ke bawah epidermis membentuk lapisan epidermis

3.        Mesomere, dibedakan atas 2 daerah:
a.       genital ridge,
b.      nephrotome
Genital ridge mengandung sel-sel untuk membina gonad. Disanajuga sejak awal sudah mulai terdapat sel-sel benih awal yang kemudian membina lapisan epitel germinal gonad. Nephrotome tumbuh menjadi ginjal dan saluran-salurannya

4.         Hypomere
a.       kantung insang di daerah pharynx foregut. Kantung-kantung insang itu berpasangan, dibina oleh endoderm sebelah dalam, ectoderm sebelah lar dan masoderm di tengah
b.      selaput rongga tubuh dan alat dalam: periucardium, pleura, peritoneu, mesenterium. Semua selaput ini terdiri dari sel-sel epitel gepeng yang disebut mesothelium serta jaringan pengikat

Kulit
1.      bumbung ectoderm mula-mula terdiri dari selap[is sel: epidermis
2.      tumbuh menjadi 2 lapis sel: periderm (sebelah luar, bersel gepeng) dan stratum germinativum (sebelah dalam, besel bentuk kubus atau batang, berinti besar dan membelah diri terus menerus)
3.      sel mesenchyme kemudian muncul dibawah epidermis
4.      ada yang dari somatic mesoderm hypomere ada pula dari dermatome epimere
5.      epidermis sebelah luar memiliki lapisan sel menanduk dan mengelupas terus-menerus disebut stratum corneum
6.      derivat epidermis yang bertekstur tanduk tumbuh berupa papilla yang menjorok ke dermis. Meski berasal dari sel-sel stratum germinativum tapi ternyata untuk pembentukan derivat itu sel-sel dermis (mesoderm) ikut ambil bagian
7.      lapisan anamel sisik dan gigi juga tumbuh dari epideris. Kelenjar peluh, minyak dan kelenjar susu pada mammalia tumbuh dari dermis, yang asalnya berupa tonjolan epidermis, lalu berinvaginasi ke dermis
8.      warna kulit berasal dari chromathopore yang dihasilkan dari neural crest (jambul neural)

Saluran pencernaan
Metenteron terdiri dari 5 daerah yakni:
1.         Stomodeum
a.       dari invaginasi ectoderm kemudian bertemu dengan evaginasi endoderm, sehingga terbentuk mulut pada bagian anterior foregut
b.      stomodeum memiliki diverticulum do medio-dorsal disebut ruthke’s pouch, ini akan bertemu dan berdampingan dengan evaginasi medio-ventral daerah bakal jadi diencephalon pada prosencephalon disebut infundibulum
c.       rathke’s pouch dan infundubulum kemudian membina hypophysis
d.      rathke’s pouch akan menjadi pars anterior, bagian distal infundibulum menjadi pars posterior dan intermedia. Hubungan ke mulut evaginasi ini kemudian tertutup
e.       stomodeum juga melakukan bberapa evaginasi yang bersifat berpasangan untuk membentuk kelenjar ludah
2.     Foregut, terdiri dari 5 daerah:
a.       pharynx
Terletak antara stomodeum dan oesophagus. Daerah ini berfungsi untuk pernapasan. Ia akan berevaginasi membentuk:
Ø  Kantung insang
Ø  Thyroid dan parathyroid
Ø  Trachea dan paru
Ø  Gelembung renang
Ø  Oesophagus
Ø  gaster
Ini akan tumbuh dengan memiliki bagian-bagian seperti proventriculus (pada aves), rumen, reticulum dan plasterium (pada ruminansia) atau de3ngan bagian-bagian cardia, fundus, corpus dan pylorus (mammalia)
b.      hepar-pancreas
·                 tumbuh berupa evaginasi medio-ventral foregut yanng berbatsan dengan midgut. Bagian posterior kemudian membuat diverticulum untuk menjadi vesica fellea. Vena vitellina akan memesuki dan becabang halus dalam hepar yang sedang tubuh ini
o   pancreas tumbuh berupa 1, 2 atau 3 evaginasi dekat evaginasi bakal hepar.
o   pada ayam juga ada 3 evaginasi seperti pada katak, 1 dorsal dan 2 ventral. Ketiga diverticula itu bersatu, tapi salurannya ke duodenum ada 2, kadang juga tetap 3 seperti asal
o   pada babi dan orang ada 2 evaginasi: 1 dorsal dan 1 ventral. Yang ventral berevaginasi dekat evaginasi bekal hepar, yang dorsal berevaginasi dari duodenum bagian anterior
o    
            cloaca ialah kantung pelepasan umum, kedalamnya bermuara 3 saluran: ureter, rectum, dan ductus genitalis.

Bagian anterior duodenum
1.      Midgut
Akan tumbuh menjadi usu halus (bagian posterior duodenum, jejenum, dan ileum)
2.      Hindgut
Tubuh menjadi colon, rectum dan cloaka
3.      Proctodeum
Proctodeum di daerah ujung hindgut

0 komentar: